LEBIH DEKAT DENGAN EKONOMI MONETER
A. Teori - Teori & Kebijakan Ekonomi Moneter

Kebijakan Moneter merupakan kebijakan otoritas moneter atau bank
sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter dan atau suku bunga
untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Pada
dasarnya tujuan kebijakan moneter adalah dicapainya keseimbangan interen
(internal balance) dan keseimbangan ekstem (external balance).
Keseimbangan interen biasanya diwujudkan oleh terciptanya kesempatan
kerja yang tinggi, dan laju inflasi yang rendah. Sedangkan keseimbangan
ekstem ditujukan agar neraca pembayaran internasional seimbang.
Secara prinsip terdapat beberapa strategi dalam mencapai tujuan
kebijakan moneter. Masing-masing strategi memiliki karakteristik sesuai
dengan indikator tertentu yang digunakan sebagai nominal anchor 'Jangkar
nominal" atau "sasaran antara" dalam mencapai tujuan akhir. Beberapa
strategi kebijakan moneter tersebut, antara lain:
1) Penargetan Nilai Tukar (Exchange Rate Targeting)
2) Besaran Moneter (Monetary Targeting)
3) Penargetan Inflasi (Intlation Targeting)
4) Strategi Kebijakan Moneter tanpa jangkar yang tegas
1. Mekanisme Transmisi Kebijakan Ekonomi Moneter
Secara umum
mekanisme transmisi dimaksud dapat digambarkan dalam skema 10
berikut. Dalam skema itu terlihat bahwa kebijakan moneter yang ditempuh
Bank Indonesia, misalnya melalui OPT dengan lelang SBI, akan
berpengaruh terhadap perkembangan suku bunga SBI dan uang primer.
Selanjutnya operasi moneter ini akan berpengaruh terhadap perkembangan
uang beredar, suku bunga, kredit perbankan, harga aset, nilai tukar, dan
ekspektasi inflasi di masyarakat. Berbagai perkembangan yang
mencerminkan bekerjanya saluran-saluran transmisi moneter ini akan
berpengaruh terhadap besarnya konsumsi dan investasi yang merupakan
komponen permintaan domestik, besarnya ekspor dan impor yang
merupakan komponen permintaan eksternal, dan pada akhirnya keseluruhan permintaan agregat. Akan tetapi, besarnya permintaan agregat
tersebut tidak selalu akan sama dengan besarnya penawaran agregat yang
ditentukan oleh volume produksi barang dan jasa secara nasional.
Kesenjangan output yang terjadi dalam ekonomi akan menimbulkan
tekanans inflasi dan domestik. Selain itu, tekanan inflasi dari sisi
eksternal juga terjadi melalui pengaruh langsung perubahan nilai tukar terhadap perkembangan harga barang-barang yang diimpor dari luar negeri
(traded goods).
2. Jalur - Jalur Transmisi Kebijakan Moneter
a. Saluran Kredit
b. Saluran Suku Bunga
c. Saluran Nilai Tukar
d. Saluran Harga Aset
e. Ekspektasi
3. Data Yang Digunakan dalam analisis Jalur - jalur Transmisi Kebijakan Moneter
1) Jalur Kredit
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari
website Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data berupa data time series kuartalan dari tahun 2005:Q1 – 2014:Q4.
2) Jalur Suku Bunga
Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data bulanan dari Januari 2010 hingga Februari 2018, berdasarkan analisis Impulse Response Function (IRF).
3) Jalur Nilai Tukar
Beberapa data atau variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : jumlah uang
beredar, tingkat bunga, nilai tukar, ekspor netto, dan produk domestik
bruto.
4) Jalur Harga Aset
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Nilai Tukar, Ekspor Neto, Selisih BI Rate dan Fed Rate, Cadangan Devisa, dan Inflasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia dan The Federal Reserve.
5) Ekspektasi
Data yang digunakan adalah data bulanan deret waktu dari Januari 2006-Juni 2016 yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan menggunakan alat analisis Vector Error Correction Model (VECM)
B. Pasar
1. Definisi Pasar
Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan
(pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan.
2. Determinan Pasar Uang
Pasar uang antar bank (PUAB) atau sering disebut dengan Interbank Call Money merupakan salah satu sarana penting untuk mendorong pengembangan pasar uang.Pasar uang antar bank sendiri adalah tingkat suku bunga yang ditentukan dan dikenakan oleh pihak bank kepada bank yang melakukan pinjaman di pasar uang antar bank atas penerbitan PUAB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan PUAB di Indonesia. Adapun variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah Singapore Interbank offered rate (SIBOR), Suku bunga SBI, dan kurs. Hasil penelitian menunjukan bahwa SIBOR berpengaruh positif terhadap tingkat suku bunga PUAB, SBI berpengaruh negative terhadap suku bunga PUAB, dan Kurs berpengaruh positif terhadap suku bunga PUAB, serta secara bersama SIBOR, SBI, dan Kurs mempengaruhi tingkat suku bunga PUAB.
3. Kinerja Pasar Uang
Kinerja pasar uang sangat penting bagi para investor. Tujuan ini dilatarbelakangi
oleh ketidaksepakatan hasil riset empiris terhadap topik ini. Keyakinan umum bahwa
aliran masuk (keluar) $US akan mempengaruhi nilai tukar rupiah dan juga akan
menaikkan (menurunkan) indeks harga saham. Penelitian yang dilakukan Husnan (2008) menunjukkan bahwa ada korelasi negatif antara perubahan dalam $US dengan perubahan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG). Selain itu, Husnan
(2008) mengkonfirmasi bahwa indeks harga saham mempengaruhi dan
menjelaskan perubahan dalam $US.
C. Pengedaran Uang di Indonesia
Pengedaran Uang Rupiah merupakan suatu rangkaian kegiatan mengedarkan atau mendistribusikan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan pengedaran Uang Rupiah mencakup distribusi Uang Rupiah dan layanan kas. Kegiatan distribusi Uang Rupiah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kas di seluruh wilayah kerja Bank Indonesia baik dalam bentuk pengiriman uang (remise) dari KPBI ke KPwBI maupun pengembalian uang (retur) dari KPwBI ke KPBI. Sementara itu, kegiatan layanan kas bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penarikan dan penyetoran perbankan, termasuk Kas Titipan, serta penukaran uang rusak/cacat/lusuh kepada masyarakat melalui Kas Keliling dan kerja sama dengan perbankan dan/atau instansi lain.
2. Implementasi Pengedaran Uang
Mekanisme distribusi uang Rupiah dilakukan dari Kantor Pusat Bank Indonesia kepada Kantor-kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwDN) yang berfungsi sebagai Kantor Depo Kas (KDK), dan untuk selanjutnya oleh KDK didistribusikan lagi kepada KPwDN lainnya. Moda transportasi utama yang digunakan adalah moda transportasi darat (truk dan kereta api) dan laut (kapal barang dan kapal penumpang). Dalam kondisi tertentu, moda transportasi udara (pesawat) juga digunakan untuk melakukan distribusi uang oleh Bank Indonesia. Untuk menjaga kelancaran distribusi uang, Bank Indonesia terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai instansi seperti penyedia moda transportasi dan penyedia pengawalan dan pengamanan jalur distribusi.
D. Aspek Keuangan Internasional
Lembaga keuangan internasional adalah lembaga internasional yang didirikan oleh lebih dari satu negara dan tunduk di bawah hukum internasional. Pemilik atau pemegang sahamnya adalah pemerintah negara, tetapi ada juga lembaga internasional dan organisasi lain yang menjadi pemegang saham. Lembaga keuangan internasional didirikan untuk menangani masalah- masalah keuangan yang bersifat internasional, baik berupa bantuan pinjaman atau bantuan lainnya. Pemberian bantuan yang diberikan oleh lembaga keuangan internasional dapat bersifat lunak artinya, dengan suku bunga yang rendah dan jangka waktu pengembaliannya relatif panjang. Kemudian bantuan internasional juga dilakukan dengan tujuan komersil, yang biasanya dilakukan oleh lembaga keuangan swasta.
2. Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran (balance of payment /BOP) adalah catatan yang dilakukan secara sistemik atas keseluruhan transaksi ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain yang berupa perdagangan barang dan jasa, transfer keuangan, dan moneter antara penduduk Indonesia dengan penduduk luar negeri selama satu periode tertentu.
3. Standar Moneter Internasional
Standar moneter internasional adalah sesuatu barang atau mata uang yang diterima oleh mayoritas negara-negara di dunia sebagai “mata-uang dunia”. (Boediono, 2017:179) “Mata-uang dunia” ini, persis seperti halnya mata-uang di dalam suatu negara. Hanya saja, standar moneter internasional harus diterima, tidak hanya oleh warga negara di dalam satu negara, tetapi oleh para warganegara dari mayoritas negara-negara di dunia.
4. Kurs Valuta Asing ( Valas )
Secara sederhana, kurs mata uang asing atau biasa disebut kurs valuta asing adalah rasio nilai antara suatu mata uang dengan mata uang lainnya. Artinya yaitu kurs menunjukkan perbandingan nilai antara dua mata uang yang berbeda.
E. Sistem Pembayaran di Indonesia
Sistem Pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana, guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Sistem Pembayaran lahir bersamaan dengan lahirnya konsep 'uang' sebagai media pertukaran (medium of change) atau intermediary dalam transaksi barang, jasa dan keuangan. Pada prinsipnya, sistem pembayaran memiliki 3 tahap pemrosesan yaitu otorisasi, kliring, dan penyelesaian akhir (settlement).
2. Peran BI Dalam Sistem Pembayaran
Bank Indonesia dalam sistem pembayaran adalah sebagai regulator, fasilitator,
dan katalisator pengembangan sistem pembayaran di Indonesia, Adapun peran BI ;
● Pengaturan terhadap sistem pembayaran di Indonesia yang diatur dalam
berbagai ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
● Bank Indonesia juga berperan sebagai lembaga pengawas.
● Bank Indonesia sebagai lembaga penyelenggara sistem pembayaran.
3. Evolusi Sistem Pembayaran
Sistem Pembayaran terus berevolusi mengikuti evolusi uang dengan 3 unsur penggerak yaitu inovasi teknologi & model bisnis, tradisi masyarakat, dan kebijakan otoritas. Awal mula alat pembayaran yaitu sistem barter antarbarang yang diperjualbelikan. Hanya saja masalah muncul ketika dua orang ingin bertukar tidak sepakat dengan nilai pertukarannya atau salah satu pihak tidak terlalu membutuhkan barang yang akan ditukar.
Untuk mengatasi hal itu, manusia mengembangkan uang komoditas. Komoditas di sini adalah barang dasar yang hampir dibutuhkan oleh semua orang, misalnya garam, teh, tembakau, hingga biji-bijian. Hewan ternak digunakan sebagai uang komoditas pada tahun 900 hingga 6000 Sebelum Masehi (SM). Gandum, sayuran, dan tumbuhan kemudian juga dijadikan uang komoditas setelah muncul budaya pertanian.
Selanjutnya uang primitif mulai digunakan sekitar tahun 1200 SM dan berupa cangkang kerang atau cangkang hewan lainnya. Orang Tionghoa mulai memproduksi imitasi kerang cowrie yang terbuat dari logam dan tembaga. Sekitar tahun 100 SM, potongan kulit rusa putih dengan ukuran dan diberi berbagai jenis warna juga pernah digunakan sebagai alat pembayaran.
Uang kertas mulai digunakan pada sebagai alat pembayaran. Swedia merupakan negara pertama di benua Eropa yang menggunakan uang kertas di tahun 1661 setelah pabrik kertas didirikan pada tahun 1150 di Spanyol.
3. Sistem Pembayaran Tunai dan Non Tunai
Secara garis besar sistem pembayaran dibagi menjadi dua yaitu sistem pembayaran tunai dan sistem pembayaran non-tunai. Perbedaan mendasar terletak pada instrumen yang digunakan. Sistem pembayaran tunai menggunakan uang kartal (uang kertas dan logam) sebagai alat pembayaran. Sedangkan pada sistem pembayaran non-tunai, instrumen yang digunakan berupa Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), cek, bilyet giro, nota debit, maupun uang elektronik (card based dan server based). Cakupan sistem pembayaran non tunai dikelompokkan menjadi 2 jenis transaksi yaitu transaksi nilai besar (wholesale) dan transaksi ritel.
4. Fintech Payment dan QRIS
Fintech Payment Gateway adalah teknologi finansial yang diterapkan dalam sistem pembayaran online. Transaksi non tunai seperti pembelian, investasi, penarikan, transfer, dan pinjaman online tidak akan tercapai tanpa adanya sistem pembayaran.
F. Sistem Moneter Islam
1. Perbedaan Sistem Moneter Konvensional dan Moneter Islam
Perbedaan yang mendasar antara kedua jenis instrument tersebut adalah prinsip syariah tidak membolehkan adanya jaminan terhadap nilai nominal maupun suku bunga. Dalam ekonomi, sistem moneter konvensional mendefinisikan uang sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai alat bantu dalam pertukaran.
2. Alternatif Suku Bunga
Ketika memiliki uang lebih, seseorang akan mencari alternatif–alternatif investasi dan memilih alternatif yang paling menguntungkan(Frensidy, 2010). Seseorang yang meminjam uang ke lembaga keuangan, akan membayar uang pinjaman beserta bunga. Biasanya pengembalian uang yang dipinjam dilakukan secara angsuran. Pembayaran secara angsuran atau cicilan sering ditawarkan oleh pembeli kredit (pedagang atau lembaga keuangan) untuk membantu pelanggan yang tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar barang atau jasa yang dibelinya.
3. Kebijakan Moneter Islam
Kebijakan moneter dalam islam
berpijak pada prinsip-prinsip dasar ekonomi islam sebagai yaitu: Kekuasaan tertinggi adalah milik Allah dan Allah lah pemilik yang absolut. Manusia merupakan pemimpin
(kholifah) di bumi, tetapi bukan pemilik yang sebenarnya, Semua yang dimiliki dan didapatkan oleh manusia adalah karena seizin Allah, dan oleh karena itu saudara-saudaranya yangk beruntung memiliki hak atas sebagian kekayaan yang dimiliki
saudara-saudaranya yang lebih beruntung, Kekayaan tidak boleh ditumpuk terus atau ditimbun, Kekayaan harus diputar, Menghilangkan jurang perbedaan
antara individu dalam perekonomian, dapat menghapus konflik antar golongan, dan Menetapkan kewajiban yang sifatnya wajib dan sukarela bagi semua individu, termasuk bagi anggota masyarakat yang miskin.
4. Model Kebijakan Moneter Islam
Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus stabilitas, Islam tidak menggunakan instrumen bunga atau ekspansi moneter melalui percetakan
uang baru atau defisit anggaran. Yang dilakukan adalah mempercepat perputaran
uang dan pembangunan infrastruktur sektor riil. Faktor pendorong percepatan
putaran uang adalah kelebihan likuiditas tidak boleh ditimbun dan tidak boleh
dipinjamkan dengan bunga. Sedangkan faktor penariknya adalah dianjurkan qard
(pinjaman kebajikan), sedekah dan kerjasama bisnis berbentuk syirkah atau
mudharabah. Keuntungan utama dari kerjasama bisnis ini adalah pelaku usaha
dan penyandang dana bersama-sama mendapat pengalaman atau informasi,
metode supervisi, manajemen dan pengetahuan atas resiko bisnis. Akumulasi dari informasi ini akan menurunkan tingkat resiko investasi
G. Modern Monetery Theory
MMT atau teori moneter modern merupakan sebuah pendekatan dalam mengelola perekonomian. Teori ini dikembangkan sejak era 90-an oleh seorang pakar ekonomi Profesor Bill Mitchell dan beberapa orang akademisi asal Amerika Serikat seperti Profesor Randall Wray dan Stephanie Kelton, serta seorang bankir Warren Mosler.
Masih belum dapat dipastikan apakah banyak masyarakat dan pemerintahan setuju dengan teori moneter modern ini. Namun, yang jelas teori yang mencetuskan ide untuk mencetak uang baru sebanyak-banyaknya guna menangani resesi global dalam waktu dekat ini telah menimbulkan polemik di antara para ekonom dunia.
2. Kritik Terhadap MMT
Paul Krugman, Kenneth Rogoff, dan Larry Summers menyatakan MMT tidak masuk akal. Krugman menulis bahwa prinsip-prinsip di balik MMT adalah "tidak dapat dipertahankan" dan argumen yang dibuat oleh para pendukung MMT adalah tidak masuk akal dan menyesatkan.Menurut Rogoff, MMT adalah sebuah teori omong kosong berdasarkan pada beberapa kesalahpahaman mendasar. Larry Summers berpendapat bahwa merangkul Teori Moneter Modern adalah resep untuk bencana.
Kedua, Krugman cs menilai tidak ada deskripsi yang seragam dan diterima secara umum tentang bagaimana model MMT seharusnya bekerja secara detail dan efektif. Sulit untuk menemukan penjelasan secara jelas dan terang benderang terkait model ekonomi moneter MMT.
3. Strategi Kebijakan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19
Awalnya pemerintah merespon dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemik Covid-19 atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang membahayakan Perekonomian Nasional dan Stabilitas Sistem Keuangan. Perppu tersebut kemudian disahkan menjadi UU nomor 2 Tahun 2020 pada 31 Maret 2020. Secara garis besar, Perppu tersebut mengatur kebijakan keuangan negara dan kebijakan stabilitas sistem keuangan negara. Kebijakan keuangan negara tersebut meliputi kebijakan pendapatan negara termasuk kebijakan di bidang perpajakan, kebijakan belanja negara termasuk kebijakan di bidang keuangan daerah dan kebijakan pembiayaan. Sedangkan, kebijakan stabilitas sistem keuangan meliputi kebijakan untuk penanganan lembaga keuangan yang membahayakan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan, sebagai turunan dari Perppu tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 tentang perubahan Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020 pada tanggal 4 April 2020. Perpres itu kemudian di ubah dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020 tentang perubahan postur dan Rincian APBN 2020 dan ditetapkan pada 24 Juni 2020. Penyesuaian postur dan rincian APBN dilakukan untuk menjaga kualitas dan kesinambungan APBN 2020. Selain itu penyesuaian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penanganan covid-19 dan menghadapi ancaman yang dapat membahayakan perekonomian nasional dan stabilitas keuangan. Seiring penurunan kinerja ekonomi karena terganggunya belanja pemulihan kesehatan dan ekonomi, pemerintah mulai melakukan upaya pemulihan ekonomi nasional melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tujuannya untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dari sektor riil dan sektor keuangan dalam menjalankan usahanya selama masa pandemi.
Program PEN itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020. Dalam PP setebal 24 halaman itu, disebutkan program PEN dilaksanakan melalui empat modalitas dan belanja negara, yaitu penyertaan modal negara (PMN), penempatan dana, investasi pemerintah, dan kegiatan penjaminan dengan skema yang ditetapkan oleh pemerintah Tahun 2020 pada 31 Maret 2020. Secara garis besar, Perppu tersebut mengatur kebijakan keuangan negara dan kebijakan stabilitas sistem keuangan negara. Kebijakan keuangan negara tersebut meliputi kebijakan
4. Isu - isu Aktual Kebijakan Moneter Domestik dan Internasional
a) Isu Aktual Kebijakan Moneter Domestik
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal. Defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap rendah, didorong oleh surplus neraca barang yang berlanjut. Neraca perdagangan Februari 2021 mencatat surplus sebesar 2,00 miliar dolar AS, melanjutkan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 1,96 miliar dolar AS. Kinerja positif tersebut dipengaruhi oleh ekspor yang kembali mencatat kenaikan sebesar 8,56% (yoy), terutama ditopang oleh permintaan dari Tiongkok, AS, dan Jepang, serta kenaikan harga komoditas dunia, di tengah berlanjutnya perbaikan impor. Selain sejumlah komoditas manufaktur, peningkatan nilai ekspor juga tercatat pada sejumlah komoditas primer seperti CPO dan batu bara. Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik relatif tertahan, seiring ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Hal ini tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net outflow sebesar 1,57 miliar dolar AS pada Maret 2021 (hingga 16 Maret), setelah sebelumnya mencatat net inflow sebesar 7,14 miliar dolar AS pada periode Januari-Februari 2021. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2021 tercatat sebesar 138,8 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap rendah yaitu sekitar 1,0%-2,0% dari PDB pada tahun 2021, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia.
b) Isu Aktual Kebijakan Moneter Internasional
Perekonomian global berpotensi tumbuh lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya meskipun belum berjalan seimbang dari satu negara ke negara lain. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi terjadi di negara-negara yang mampu mengakselerasi vaksinasi Covid-19 serta menempuh stimulus fiskal dan moneter yang besar. Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2021 diprakirakan akan lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya sebesar 5,1%, terutama ditopang lebih tingginya pertumbuhan di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Kawasan Eropa, dan India. Sejumlah indikator dini pada Februari 2021 mengonfirmasi perbaikan ekonomi global yang lebih kuat, seperti Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur, keyakinan konsumen, serta penjualan ritel yang terus meningkat. Sejalan dengan perbaikan ekonomi global tersebut, volume perdagangan dan harga komoditas dunia terus meningkat, sehingga mendukung perbaikan kinerja ekspor negara berkembang, termasuk Indonesia. Di AS, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi juga didukung oleh tambahan stimulus fiskal sebesar 1,9 triliun dolar AS yang berlaku sejak 17 Maret 2021 dan rencana tambahan stimulus fiskal sebesar 2 triliun dolar AS pada triwulan IV-2021. Reaksi pasar atas paket kebijakan fiskal yang lebih besar dan prospek pemulihan ekonomi yang lebih cepat di AS tersebut telah mendorong kenaikan yield UST dan ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun the Fed diperkirakan belum akan mengubah kebijakan moneternya pada tahun ini. Perkembangan ini berpengaruh terhadap tertahannya aliran modal ke sebagian besar negara berkembang, dan berdampak pada kenaikan yield surat berharga dan tekanan terhadap mata uang di berbagai negara tersebut, termasuk Indonesia.









Sangat informatif๐
BalasHapusTerima kasih kaka cantiqueeee
HapusMaa sya Allah, terimakasih infonya kak๐๐ป๐๐ป
BalasHapusAlhamdulillah makasih Kaka๐๐๐
HapusPenjelasannya lengkap, mudah dimengerti. Terima kasih atas infonyaa~
BalasHapusAlhamdulillah terima kasih Kaka๐ค๐ค
HapusWahh masya ilmu snagat bermanfaat dan dalam penyampaian nya juga sangat jelas, makasih atas ilmunya๐
BalasHapusTerima kasih kakak๐ป๐ป
HapusBagus๐Sangat bermanfaat ☺️
BalasHapusMakasih kakak๐ค๐ค
HapusSebagai orang awam. Blog ini sangat bermanfaat untuk dibaca sehingga kita lebih tau apa itu ekonomi moneter, terlebih cara penyampaiannya sangat jelas
BalasHapusWkwwkwkw makasih adriii
HapusWah bagus mantap sekali
BalasHapusMakasihh
HapusYuhuuuu matap kaleee
BalasHapusMaa syaa Allah bermanfaat banget kakak authornya juga imut banget
BalasHapusTulisan yang cukup menarik, bisa menambah pengetahuan orang masyarakat umum tentang ekonomi moneter.
BalasHapusPemaparannya sangat baik dan mudah dimengerti. Terima kasih atas informasinya.
BalasHapusWow bagus skli ๐
BalasHapusTerima kasih infonya, sangat bermanfaat untuk saya yg jurusan ekonomi. Penjelasan untuk setiap poin sub judulnya jelas dan mudah di mengerti.
BalasHapusInformasi yang sangat bermanfaat terutama kepada orang-orang yang melakukan pendekatan dan pemahaman seputar ekonomi moneter. Trimakasih informasi nya
BalasHapusMas syaa Allah makasih bermanfaat banget blog nya
BalasHapusTerima kasih informasinya tentang seputar ekonomi moneter.wah sangat bermanfaat sekali๐
BalasHapusTerimakasih informasinya,sangat bermanfaat untk sya๐๐
BalasHapusTerimakasih, blog nya sangat bermanfaat
BalasHapusMantap๐materinya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih informasinya tentang ekonomi moneter ini. Dan materinya sangat bermanfaat
BalasHapusSetelah membaca materi ini, wawasan saya bertambah, Terimakasih
BalasHapusSangat bangus
BalasHapusterimakasih materinya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat mmebantu๐
BalasHapusSangan mengedukasi, terimakasih infonya๐
BalasHapusMaa sya Allah, terimakasih Informasinya sangat2 membantu
BalasHapusTerima Kasih kak informasinya, sangat membantu sekali."
BalasHapusMaa syaa Allah calon sarjana ๐ terimakasih infonya
BalasHapusMasyaallah..sangat bermanfaat,,
BalasHapusFirst of all, mau bilang terima kasih sama yang nulis blognya karna sangat membantu saya sekali untuk memahami seputar ekonomi moneter kedua strukturp blognya juga keren ketiga mau bilang yg
BalasHapusnulis blognya imut amat sich. Semoga Lulus yah qaqa๐ป๐ป
First of all, mau bilang terima kasih sama yang nulis blognya karna sangat membantu saya sekali untuk memahami seputar ekonomi moneter kedua struktur blognya juga keren ketiga mau bilang yg nulis blognya imut amat sich. Semoga Lulus yah kaka( ◜‿◝ )♡
BalasHapusTerima kasih atas infonya, sangat bermanfaat๐
BalasHapusTerimakasih atas informasinya. Ini adalah sebuah pengetahuan baru bagi saya๐
BalasHapusSukses selalu๐ช
Terima kasih atas infonya, sangat bermanfaat
BalasHapusSangat menarik pembahasan nya membuat pembaca tertarik
BalasHapusMantap kak, bisa menambah wawasan dan pengetahuan
BalasHapusTerima kasih sangat bermanfaat:)
BalasHapusMateri yang sangat bermanfaat ๐
BalasHapusTerimahkasih materi”nya sangant bermanfaat
BalasHapusWow sngat brmnfaat
BalasHapusTerimakasih materi nya sangat menarik dan bermanfaat
BalasHapusBagus sekali..blog nya sangat bermanfaat ๐
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaterinya menarik min ๐๐
BalasHapusMateri nya bagus semoga bermanfaat
BalasHapusInformasi yang disampaikan sangat rinci, dan bermanfaat. Terima kasih.
BalasHapusBgl Bgl Bgl,bagus banget lohh.suka sekali sama penjelasan nya tentang ekonomi.
BalasHapusBermanfaat sekali untuk saya untuk dimasa depan
Aaah Janko bohong๐
HapusWah penjelasan yang mudah di pahami dan berbobot. Keren banget ๐
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat sekali๐๐ป๐๐ป๐๐ป
BalasHapusPenjelasannya lengkap dan sangat kreatif
BalasHapusSangat jelas dan mudah di pahami
BalasHapusPenjelasannya terperinci. Terimakasih semoga bermanfaat bagi semua kalangan
BalasHapuswahhh sangat bagus sekali materi-materi yang di cantumkan... pembahasannya juga menarik dan dapat dipahami...
BalasHapusCukup menarik untuk di baca bagi saya pribadi yang masih awam tentunya sangat bermanfaat๐
BalasHapusPenjelasannya mudah dimengerti dan sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat ๐๐
BalasHapus